Hari ini entah kenapa aku sangat malas untuk bangun, padahal jam sudah menunjukkan pukul 07.00. beberapa menit lagi jam pelajaran sekolah akan dimulai. Dengan berat akupun berjalan menuju kamar mandi. setelah selesai mandi, akupun langsung bergegas menuju mobilku. setelah memanaskan mesin aku langsung tancap gas menuju sekolah. untungnya saat aku sampas ke kelas, bell masuk sekolah berbunyi. akupun langsung duduk di bangkuku, di sebelah Rani sahabatku.
" Ris.. Risna! kok Lo diem aja sih? lo sakit? " tanya Rani teman sebangkuku.
" nggak Ran. gue gak sakit. " kataku lemas
" kok lo diem aja? kayak orang yang sakit "
" gak tau nih Ran, hari ini gue kayak yang males banget beraktivitas "
" ada masalah ya sama pacar lo? "
" kayanya sih. soalnya dia gak ngasih kabar dari tadi malem "
" mungkin dia sibuk kali. kan pacar lo mahasiswa "
" iya kali " kataku cuek
Bell pulangpun berbunyi, Doni (pacarku) sudah berjanji akan menjemputku pulang. aku pun menunggu di depan gerbang sekolah bersama Rani. tapi setelah 30 menit aku menunggu, Doni tidak datang juga.
' duuh! kemana sih tuh anak? lama banget!' keluhku dalam hati
" Ris, mana sih si Doni? kok lama banget? padahal deketkan dari kampusnya kesekolah kita? "
" gak tau Ran gue juga. macet kali "
" masa macet? orang deket gitu! apa jangan-jangan dia lupa lagi? "
" masa lupa sih? udah gue sms tapi ga ngebales " kataku kesal
" coba deh lo telepon siapa tau emang beneran lupa "
aku pun mengeluarkan handphoneku dan mulai mengetik nomor teleponnya doni karena aku sudah hafal di luar kepala.
" Haloo? ini sama siapa ya? " terdengar suara wanita yang mengangkat telepon Risna
" Lho? ini siapa? Doninya mana?! ini aku pacarnya Doni! " kataku kaget karena mendengar suara wanita yang mengangkat teleponku.
" oh jadi ini pacarnya Doni? yang anak SMA itu? heh! jangan ganggu Doni lagi ya! dia udah gak mau pacaran lagi sama Lo! "
mendengar kata-kata itu tak sadar akupun mulai mengeluarkan air mata.air mata itu turun deras ke pipiku. akupun tak bisa mengucapkan apa-apa. tiba-tiba terdengar suara pria di sebrang telepon sana. itu suara Doni. suara yang khas di telingaku.
" Halo. Risna, maaf ya, kayaknya hubungan kita sampai disini aja. " kata Doni
" Tapi Don, kenapa kamu tega sama aku? kenapa gak bilang dari awal? " kataku sambil menangis.
" maaf Ris. sebenarnya dari dulu aku gak suka sama kamu. aku nerima kamu karena kasian. udah dulu ya Ris bye. love you " tuut tuut tuut teleponpun terputus. aku tak bisa berhenti menangis. akupun memeluk Rani dan menangis di pelukan Rani.
( tamat )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar