Hari ini Aku berjalan menuju mobilku yang terparkir di lapakan parkir sekolah. Bersama Risa sahabat baikku aku pergi menuju mall di daerah bandung. Namaku Diana. Siswi kelas XII di sebuah SMA swasta di Bandung. Hari ini aku dan Risa mau jalan-jalan di Mall dan membeli beberapa baju untuk kencan pertamaku dengan Teddy. Ya, Teddy adalah pacarku. Dia baru menembakku kemarin. Sesampainya di Mall aku dan Risa berkeliling-keliling untuk mencari baju yang pas untukku.
" Ris, tolong cariin gue baju ya! " seruku
" Baju yang kayak gimana? gaun, dress, atau kaos? "
" yang menurut lo pas buat gue apa? "
" hmm.. kita coba dress aja. gimana? "
" boleh deh! " kataku
Setelah berkeliling-berkeliling sebentar, akhirnya aku dan Risa menemukan toko dress yang didalamnya banyak sekali Dress yang sangat cantik.
" kita coba yang ini dulu " kata Risa sambil menyerahkan sebuah dress berwarna merah yang sangat cantik. Saat aku mencobanya ternyata dress itu sangat cocok di badanku. aku dan Risa pun langsung membayarnya dan berjalan menuju toko sepatu. Akupun menemukan sepatu High Heels yang haknya tak terlalu tinggi dan berwarna merah sesuai dengan dressku. Aku dan Risapun langsung membayar dan pergi menuju mobilku untuk pergi ke salon. Setelah pulang dari salon, aku dan Risa langsung menuju ke rumah Risa untuk mendandaniku.Sekitar 15 menit Risa mendandainiku, tiba-tiba handphoneku berbunyi. Dan ternyata itu telepon dari Teddy.
" Halo na, aku udah ad di depan rumah Risa " kata Teddy memberitahuku.
" ohh iya Ted, sebentar lagi aku keluar. tunggu ya "
" oke.. tuut tuut " teleponpun tertutup, aku dan Risa langsung menuju ke pintu depan. Saat aku membuka pintu, aku termangu melihat Teddy yang sangat gagah memakai kemeja berwarna putih yang bagian lengannya di gulung dan dengan gaya rambutnya yang seperti biasa. Akupun melihat mata Teddy yang terus memandangiku tanpa berkedip.
" Ted.. Teddy! kok lo malah bengong sih? " tanyaku
" e... e.. ka.. kamu cantik banget na " kata Teddy gelagapan
" hehe bisa aja lo. mau pergi sekarang? " tanyaku
" Ya udah yuk, sekarang aja "
" Ris gue berangkat dulu ya " pamit ku kepada Risa
" oke, good luck ya ! " kata Risa menyemangatiku. Teddypun menggandeng tanganku dan akupun masuk kedalam mobilnya.
@perjalanan
" Na, lo cantik banget malem ini. Gue makin suka sama lo " kata Teddy
" hehe, makasih Ted, lo juga cakep banget " kataku
@Restaurant
Teddy menggandeng tanganku menuju meja yang sudah dia pesan. Pemandangan di Restaurant itu sangatlah indah. Teddy memesan meja yang berada di luar restaurant. Di tempat itu aku bisa melihat pemandangan kota Bandung di malam hari. lampu-lampu bergemerlapan. Lilin dan setangkai bunga mawar sudah terpasang manis di meja dinner kita. Makanan dan minuman pun sudah tersedia. Teddy begitu romantis. Aku sangat suka seorang pria yang romantis. Akupun di gandengnya utuk duduk di kursiku.
" Na, ... kamu suka ga tempatnya? "
" hmm... suka banget Ted, thank's ya " kataku. Teddypun menggenggam tanganku. Tangannya begitu hangat. Dan dia menatap mataku lekat.
" sama-sama, apasih yang nggak buat pacarku tersayang " katanya. Setelah mengobrol dan bercerita satu-samalain tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 21:00. ini saatnya aku untuk pulang. Sebelum pulang, Teddy menggenggam tanganku dan dia memelukku.
" kamu mau kan menjadi yang terakhir untukku? " tannya nya
" aku akan menjadi yang terakhir untukmu " dan akupun menenggelamkan kepalaku ke pelukan Teddy yang sangat hangat.
' terimakasih Ted, terimakasih :') aku sangat mencintaimu '
(tamat)
Sabtu, 17 Agustus 2013
Jumat, 16 Agustus 2013
cerpen cinta - putus cinta
Hari ini entah kenapa aku sangat malas untuk bangun, padahal jam sudah menunjukkan pukul 07.00. beberapa menit lagi jam pelajaran sekolah akan dimulai. Dengan berat akupun berjalan menuju kamar mandi. setelah selesai mandi, akupun langsung bergegas menuju mobilku. setelah memanaskan mesin aku langsung tancap gas menuju sekolah. untungnya saat aku sampas ke kelas, bell masuk sekolah berbunyi. akupun langsung duduk di bangkuku, di sebelah Rani sahabatku.
" Ris.. Risna! kok Lo diem aja sih? lo sakit? " tanya Rani teman sebangkuku.
" nggak Ran. gue gak sakit. " kataku lemas
" kok lo diem aja? kayak orang yang sakit "
" gak tau nih Ran, hari ini gue kayak yang males banget beraktivitas "
" ada masalah ya sama pacar lo? "
" kayanya sih. soalnya dia gak ngasih kabar dari tadi malem "
" mungkin dia sibuk kali. kan pacar lo mahasiswa "
" iya kali " kataku cuek
Bell pulangpun berbunyi, Doni (pacarku) sudah berjanji akan menjemputku pulang. aku pun menunggu di depan gerbang sekolah bersama Rani. tapi setelah 30 menit aku menunggu, Doni tidak datang juga.
' duuh! kemana sih tuh anak? lama banget!' keluhku dalam hati
" Ris, mana sih si Doni? kok lama banget? padahal deketkan dari kampusnya kesekolah kita? "
" gak tau Ran gue juga. macet kali "
" masa macet? orang deket gitu! apa jangan-jangan dia lupa lagi? "
" masa lupa sih? udah gue sms tapi ga ngebales " kataku kesal
" coba deh lo telepon siapa tau emang beneran lupa "
aku pun mengeluarkan handphoneku dan mulai mengetik nomor teleponnya doni karena aku sudah hafal di luar kepala.
" Haloo? ini sama siapa ya? " terdengar suara wanita yang mengangkat telepon Risna
" Lho? ini siapa? Doninya mana?! ini aku pacarnya Doni! " kataku kaget karena mendengar suara wanita yang mengangkat teleponku.
" oh jadi ini pacarnya Doni? yang anak SMA itu? heh! jangan ganggu Doni lagi ya! dia udah gak mau pacaran lagi sama Lo! "
mendengar kata-kata itu tak sadar akupun mulai mengeluarkan air mata.air mata itu turun deras ke pipiku. akupun tak bisa mengucapkan apa-apa. tiba-tiba terdengar suara pria di sebrang telepon sana. itu suara Doni. suara yang khas di telingaku.
" Halo. Risna, maaf ya, kayaknya hubungan kita sampai disini aja. " kata Doni
" Tapi Don, kenapa kamu tega sama aku? kenapa gak bilang dari awal? " kataku sambil menangis.
" maaf Ris. sebenarnya dari dulu aku gak suka sama kamu. aku nerima kamu karena kasian. udah dulu ya Ris bye. love you " tuut tuut tuut teleponpun terputus. aku tak bisa berhenti menangis. akupun memeluk Rani dan menangis di pelukan Rani.
( tamat )
" Ris.. Risna! kok Lo diem aja sih? lo sakit? " tanya Rani teman sebangkuku.
" nggak Ran. gue gak sakit. " kataku lemas
" kok lo diem aja? kayak orang yang sakit "
" gak tau nih Ran, hari ini gue kayak yang males banget beraktivitas "
" ada masalah ya sama pacar lo? "
" kayanya sih. soalnya dia gak ngasih kabar dari tadi malem "
" mungkin dia sibuk kali. kan pacar lo mahasiswa "
" iya kali " kataku cuek
Bell pulangpun berbunyi, Doni (pacarku) sudah berjanji akan menjemputku pulang. aku pun menunggu di depan gerbang sekolah bersama Rani. tapi setelah 30 menit aku menunggu, Doni tidak datang juga.
' duuh! kemana sih tuh anak? lama banget!' keluhku dalam hati
" Ris, mana sih si Doni? kok lama banget? padahal deketkan dari kampusnya kesekolah kita? "
" gak tau Ran gue juga. macet kali "
" masa macet? orang deket gitu! apa jangan-jangan dia lupa lagi? "
" masa lupa sih? udah gue sms tapi ga ngebales " kataku kesal
" coba deh lo telepon siapa tau emang beneran lupa "
aku pun mengeluarkan handphoneku dan mulai mengetik nomor teleponnya doni karena aku sudah hafal di luar kepala.
" Haloo? ini sama siapa ya? " terdengar suara wanita yang mengangkat telepon Risna
" Lho? ini siapa? Doninya mana?! ini aku pacarnya Doni! " kataku kaget karena mendengar suara wanita yang mengangkat teleponku.
" oh jadi ini pacarnya Doni? yang anak SMA itu? heh! jangan ganggu Doni lagi ya! dia udah gak mau pacaran lagi sama Lo! "
mendengar kata-kata itu tak sadar akupun mulai mengeluarkan air mata.air mata itu turun deras ke pipiku. akupun tak bisa mengucapkan apa-apa. tiba-tiba terdengar suara pria di sebrang telepon sana. itu suara Doni. suara yang khas di telingaku.
" Halo. Risna, maaf ya, kayaknya hubungan kita sampai disini aja. " kata Doni
" Tapi Don, kenapa kamu tega sama aku? kenapa gak bilang dari awal? " kataku sambil menangis.
" maaf Ris. sebenarnya dari dulu aku gak suka sama kamu. aku nerima kamu karena kasian. udah dulu ya Ris bye. love you " tuut tuut tuut teleponpun terputus. aku tak bisa berhenti menangis. akupun memeluk Rani dan menangis di pelukan Rani.
( tamat )
Langganan:
Komentar (Atom)